Sabtu, 28 Agustus 2010

Masjid makmur melayu simbol pemersatu melayu dan tionghoa.

Masjid makmur melayu sebagai salah satu masjid yang berperan penting dalam penyebaran agama islam di makasar. masjid yang terletak di jalan sangir ini didirikan atas sentuhan ajaran islam yang dibawa oleh datuk ribandang ini diapresiasikan oleh raja gowa IX, yang memang tertarik dengan budaya, kultur dan kegiatan agama islam.
Tak ada yang dapat memastikan tahun pembangunan masjid ini, akan tetapi masjid ini dibangun di atas lokasi bekas pesantren khatib tunggal abdul makmur sekitar 1740, karena berada di tengah komunitas tionghoa maka arsitektur masjid ini pun mendapat sedikit sentuhan gaya bangunan tiongkok. lokasinya yang berada di tengah pemukiman warga tionghoa melambangkan persatuan antara kaum tionghoa dan melayu.
Adapun beberapa bukti sejarah di masjid tersebut, yakni bedug, samurai yang merupakan pemberian dari raja bone , serta makam yang menjadi penyebar agama islam di sulsel. namun hanya bedug yang dapat di lihat di masjid ini meski kondisinya tidak lagi dapat di gunakan, karena telah rusak namun bedug ini di perkirakan telah ada sejak ratusan tahun lalu.
Sementara itu menurut salah seorang pengurus masjid, bahwa di mimbar terdapat sebuah makam yang di yakini sebagai kuburah salah seorang penyebar agama islam di sulawesi selatan.
Pada perang dunia II masjid yang menjadi simbol pemersatu antara muslim melayu dan tionghoa ini dibom dan rata dengan tanah. dengan bergotong royong , masyarakat kemudian membangunnya kembali dan berusaha untuk mempertahankan arsitektur awalnya. dalam sejarah berdirinya masjid ini telah dua kali mengalami renovasi, tetapi tidak mengubah sejarah keasliannya.
Rencana pihak pegurus masjid kembali akan melakukan renovasi terhadap masjid tersebut, namun beberapa bangunan akan berubah bentuk, dan tidak lagi menyerupai masjid yang kita liat saat ini.(Rahmat- ichsan muksin makassar tv)
Sumber pengurus masjid

Jumat, 27 Agustus 2010

Masjid Awaluddin Saksi Perkembangan Islam Di Makssar

Masjid awaludin, masjid awaluddin merupakan masjid salah satu masjid tua di kota makassar yang d bangun sekitar tahun 1940 masehi. Terletak di jalan sultan abdullah raya kelurahan tallo, masjid awaluddin berdiri kokoh dengan gaya sedikit modern , yang menjadi kebanggaan tersediri bagi sebagian warga tallo.
Pembangunan masjid awaluddin ini atas prakarsa lahabba daeng marewa (imam tallo saat itu), sedangkan untuk nama awaluddin ini dipakai mengingat berdirinya kerajaan tallo yang merupakan kerajaan pertama yang menganut ajaran islam sehingga rajanya bergelar sultan awaluddin.
Masjid awaluddin ini dibangun diatas tanah wakaf lahabba daeng marewa dengan luas masjid 250 meter kubik. Masjid ini telah mengalami renovasi sebayak dua kali, kali pertama di lakukan pada tahun tahun 1960, kemudian tahun 1980 masjid ini direnovasi secara total dan telah merunbah bentuk asli masjid tersebut.
Sebelum di lakukan renovasi masjid ini hanya berukuran 5 kali 7 merer saja, namun saat ini telah di rubah secara total. meski bentuk bangunan secara fisik telah berubah seutuhnya, namun sebuah kubah yang berada di masjid tersebut tidak juga di hilangkan. kubah tersebut menjadi salah satunya bukti sejarah yang tidak hilang dan menjadi ciri khar dari masjid awaluddin.
Menurut pengurus majid awaluddin Dahulu kala, kubah tersebut di gunakan imam masjid untuk melakukan ceramah kepada masyarakat tallo, saat melakukan sholat berjamaah. namun saat ini kubah yang juga telah di renovasi tersebut masih menjalankan fungsinya seperti sedia kala namun hanya di gunakan pada hari hari tetentu seperti pada hari jum’at, dan hari hari islam besar lainnya.
Meski demikian, beberpa budaya dantaradisi dari leluhur masih terlihat kental, salah satunya saat menyantap buka puasa bersama di masjid awaluddin. kebersamaan dan kesederhanaan dapat terlihat saat menyantap sajian berbuka puasa yang di dapatkan dari warga sekitar.
(rahmat-makassar tv). Sumber pengurus masjid awaluddin.