Masjid makmur melayu sebagai salah satu masjid yang berperan penting dalam penyebaran agama islam di makasar. masjid yang terletak di jalan sangir ini didirikan atas sentuhan ajaran islam yang dibawa oleh datuk ribandang ini diapresiasikan oleh raja gowa IX, yang memang tertarik dengan budaya, kultur dan kegiatan agama islam.
Tak ada yang dapat memastikan tahun pembangunan masjid ini, akan tetapi masjid ini dibangun di atas lokasi bekas pesantren khatib tunggal abdul makmur sekitar 1740, karena berada di tengah komunitas tionghoa maka arsitektur masjid ini pun mendapat sedikit sentuhan gaya bangunan tiongkok. lokasinya yang berada di tengah pemukiman warga tionghoa melambangkan persatuan antara kaum tionghoa dan melayu.
Adapun beberapa bukti sejarah di masjid tersebut, yakni bedug, samurai yang merupakan pemberian dari raja bone , serta makam yang menjadi penyebar agama islam di sulsel. namun hanya bedug yang dapat di lihat di masjid ini meski kondisinya tidak lagi dapat di gunakan, karena telah rusak namun bedug ini di perkirakan telah ada sejak ratusan tahun lalu.
Sementara itu menurut salah seorang pengurus masjid, bahwa di mimbar terdapat sebuah makam yang di yakini sebagai kuburah salah seorang penyebar agama islam di sulawesi selatan.
Pada perang dunia II masjid yang menjadi simbol pemersatu antara muslim melayu dan tionghoa ini dibom dan rata dengan tanah. dengan bergotong royong , masyarakat kemudian membangunnya kembali dan berusaha untuk mempertahankan arsitektur awalnya. dalam sejarah berdirinya masjid ini telah dua kali mengalami renovasi, tetapi tidak mengubah sejarah keasliannya.
Rencana pihak pegurus masjid kembali akan melakukan renovasi terhadap masjid tersebut, namun beberapa bangunan akan berubah bentuk, dan tidak lagi menyerupai masjid yang kita liat saat ini.(Rahmat- ichsan muksin makassar tv)
Sumber pengurus masjid
Sabtu, 28 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar